Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menerima kunjungan resmi delegasi dari Technical University of Munich (TUM) yang dipimpin langsung oleh Professor Johannes Sauer, Chair of Production and Resource Economics pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di Bogor ini menjadi langkah awal yang strategis dalam penjajakan kerja sama riset kebijakan pertanian, sebuah momentum yang berorientasi pada penguatan sinergi antara perspektif akademik bertaraf internasional dan kebutuhan nyata kebijakan pertanian di Indonesia.
PSEKP menyambut hangat kedatangan delegasi TUM, mengingat inisiatif ini sejalan dengan mandat inti lembaga dalam mendukung perumusan kebijakan pertanian berbasis bukti (evidence-based policy). Kunjungan ini sekaligus membuka cakrawala kolaborasi internasional yang lebih luas, suatu kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan sektor pertanian dewasa ini. Dalam pertemuan tersebut, delegasi TUM menyampaikan ketertarikannya untuk menjalin kemitraan dengan institusi riset di luar lingkungan universitas, guna memperoleh perspektif yang lebih aplikatif serta keterhubungan yang kuat dengan lingkungan kebijakan lokal.
TUM sendiri memiliki rekam jejak yang mapan dalam riset kebijakan lintas sektor, mencakup impact assessment, studi eksploratif, analisis produktivitas dan resiliensi, serta pengelolaan dan pengumpulan data. Keahlian tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dipadukan dengan kapasitas PSEKP dalam analisis mendalam terhadap kebijakan sektor pertanian Indonesia dengan mempertemukan kekuatan metodologi global dengan kekayaan konteks lokal.
“Kolaborasi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses metodologi riset kelas dunia, sekaligus menegaskan posisi PSEKP sebagai mitra strategis dalam pembangunan kebijakan pertanian berbasis bukti”

Pertemuan berlangsung dalam format yang komprehensif, mencakup perkenalan kelembagaan kedua pihak, pemaparan kegiatan riset dan program yang sedang berjalan, diskusi peluang kerja sama, serta identifikasi isu-isu strategis pertanian yang berpotensi dikembangkan menjadi topik penelitian bersama. Dalam sesi diskusi yang berlangsung produktif, PSEKP menegaskan pentingnya kolaborasi yang mampu menjawab persoalan-persoalan strategis nasional secara konkret, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan, hingga adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim yang kian nyata dampaknya.
PSEKP juga menekankan urgensi menghadirkan riset yang dapat secara langsung mendukung perumusan kebijakan yang implementatif dan kontekstual, bukan sekadar menghasilkan temuan akademis yang berdiri sendiri. Sejalan dengan itu, pertemuan ini turut menjadi forum awal untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kolaborasi konkret ke depan, mulai dari pengembangan joint research bertema strategis, penyusunan policy brief bersama, hingga penyelenggaraan seminar dan lokakarya yang dapat mempertemukan akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan. Kedua pihak sepakat bahwa arah kolaborasi harus difokuskan pada topik-topik yang relevan dan berdampak langsung terhadap pembangunan sektor pertanian.
Sebagai tindak lanjut, PSEKP dan TUM akan melanjutkan komunikasi teknis secara intensif guna merumuskan ruang lingkup kerja sama yang lebih konkret dan terukur, termasuk kemungkinan pengembangan proposal riset bersama yang selaras dengan prioritas kebijakan pertanian Indonesia. Melalui terjalinnya kemitraan ini, PSEKP berharap dapat memperkuat kapasitas riset kebijakan pertanian nasional melalui transfer pengetahuan, metodologi, dan jejaring internasional demi mewujudkan kebijakan pertanian yang lebih responsif, berbasis bukti, dan berdampak nyata bagi petani serta masyarakat luas.
