Hari Ibu menjadi momentum penting untuk mengenang dan menghargai peran besar ibu dalam kehidupan, termasuk dalam sektor pertanian. Di Indonesia, banyak ibu yang berperan sebagai petani, pengolah hasil panen, hingga penggerak ekonomi keluarga di pedesaan. Sejak Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928 yang melatarbelakangi peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember, perempuan—termasuk ibu—telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian nasional.
Peran ibu dalam pertanian tidak hanya terlihat di lahan, tetapi juga dalam pengambilan keputusan rumah tangga, pengelolaan hasil tani, serta pewarisan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Dengan ketekunan dan ketangguhan, ibu-ibu petani mampu menyeimbangkan peran domestik dan produktif, menjadi pilar utama dalam menjaga kesejahteraan keluarga sekaligus keberlangsungan sektor pertanian. Dedikasi ini sering kali berjalan dalam diam, namun dampaknya sangat besar bagi masyarakat dan bangsa.
Dalam rangka memperingati Hari Ibu, berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk mengapresiasi peran ibu di bidang pertanian, seperti pendampingan dan pelatihan bagi ibu petani, kampanye konsumsi pangan lokal, serta kegiatan gotong royong di lingkungan pertanian. Mengucapkan terima kasih, memberikan dukungan, dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi ibu dalam pembangunan pertanian adalah bentuk penghargaan nyata atas peran mereka sebagai penjaga pangan dan kehidupan.
