Kata Nyepi berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi, senyap, lenggang, atau tidak ada kegiatan. Kesunyian yang dipraktikkan selama Nyepi melambangkan kontemplasi. Kesunyian tersebut memungkinkan masyarakat untuk merenungkan kehidupan mereka, menilai perbuatan mereka, dan memulai tahun baru dengan pikiran yang tenang dan hati yang suci.
Perayaan Nyepi bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan diri sendiri dan memohon ke Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu Hari Nyepi juga menandai kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Hari Raya Nyepi berasal dari India kuno dan merupakan perayaan Tahun Baru Hindu. Perayaan ini menggunakan kalender Saka yang dimulai pada tahun 78 Masehi.
Perayaan Nyepi di Indonesia diperkenalkan oleh Aji Saka, keturunan bangsa Saka dari Kshatrapa Gujarat, pada tahun 456 Masehi. Perayaan Nyepi di Bali identik dengan arak-arakan ogoh-ogoh yang dilaksanakan sehari setelah Nyepi. Umat Hindu melakukan catur brata penyepian, yaitu amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan. Setelah melaksanakan catur brata penyepian, umat Hindu melakukan Ngembak Geni.