PSEKP dan ACIAR Perkuat Kapasitas Analis Kebijakan melalui Workshop Penyusunan Policy Brief dan Advokasi Kebijakan

PSEKP dan ACIAR Perkuat Kapasitas Analis Kebijakan melalui Workshop Penyusunan Policy Brief dan Advokasi Kebijakan

Bogor – Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) bekerja sama dengan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) menyelenggarakan kegiatan Capacity Building dengan tema “From Inclusive Leadership to Policy Influence: Developing a Policy Brief for Impact” di Aula Ismunadji PSEKP, Bogor, Senin (8/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas analis kebijakan dalam menyusun policy brief berbasis bukti yang mampu memberikan dampak nyata bagi proses pengambilan keputusan, khususnya di sektor persusuan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program IndoDairy-2 yang berfokus pada penguatan pembangunan sektor persusuan nasional melalui peningkatan kualitas riset dan kebijakan. Dalam implementasinya, program ini didukung oleh Dairy Policy Advisory Committee (DPAC), sebuah forum kolaboratif yang menghimpun berbagai kementerian, lembaga, dan akademisi untuk menyelaraskan arah kebijakan sektor persusuan nasional agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Workshop dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama yang berlangsung pada 8 Juni 2026 difokuskan pada penguatan kapasitas peserta dalam menyusun policy brief yang ringkas, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan pengambil kebijakan. Sementara itu, tahap kedua yang akan diselenggarakan pada 9 Juli 2026 akan menitikberatkan pada peningkatan kemampuan advokasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan.

Di antara kedua tahapan tersebut, peserta akan mengikuti proses penugasan dan pendampingan secara daring hingga awal Juli 2026. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan peserta tidak hanya memahami konsep penyusunan policy brief, tetapi juga mampu menghasilkan dokumen kebijakan yang berkualitas dan aplikatif.

Kemampuan menyusun policy brief yang efektif menjadi salah satu kompetensi penting bagi analis kebijakan. Sebagai instrumen komunikasi kebijakan, policy brief berperan dalam menyajikan hasil kajian dan rekomendasi secara singkat, jelas, dan berbasis bukti sehingga memudahkan pengambil keputusan dalam merespons berbagai tantangan pembangunan secara cepat dan tepat sasaran.

Workshop ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Perindustrian. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tim kajian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, dan University of Queensland.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Associate Professor Dr. Risti Permani dari University of Queensland dan Dr. Ir. Erry Ricardo Nurzal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berbagi pengalaman dan wawasan terkait penyusunan policy brief yang efektif serta strategi advokasi kebijakan berbasis bukti.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tersusun draf policy brief mengenai isu-isu strategis dalam rantai pasok industri persusuan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan peternakan rakyat serta industri susu nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *