PSEKP dan ERIA Jajaki Kerja Sama Riset Manajemen Rantai Pasok

PSEKP dan ERIA Jajaki Kerja Sama Riset Manajemen Rantai Pasok

Bogor – Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) menjajaki peluang kerja sama riset dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) melalui diskusi awal yang digelar di Bogor, Kamis (15/01/2026). Pertemuan ini membahas rencana studi strategis terkait penguatan ketahanan pangan Indonesia, khususnya melalui pendekatan manajemen rantai pasok pangan.

PSEKP menyambut baik inisiatif ERIA karena sejalan dengan mandat lembaga dalam mendorong kebijakan pertanian berbasis bukti (evidence-based policy). Dalam kesempatan tersebut, ERIA memaparkan concept note studi berjudul “Strengthening Food Security in Indonesia with a Focus on Food Supply Chain Management” sebagai dasar kolaborasi riset.

Studi ini ditujukan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat rantai pasok pangan nasional, terutama pada komoditas strategis pertanian dan perikanan. Fokus kajian mencakup kondisi terkini rantai pasok, pemetaan alur distribusi komoditas dari sentra produksi ke wilayah konsumsi, identifikasi hambatan, serta perumusan strategi manajemen rantai pasok yang efektif, inklusif, dan tangguh.

Dalam diskusi, PSEKP menegaskan pentingnya keterkaitan studi dengan prioritas nasional seperti swasembada pangan, stabilitas harga, dan penguatan kelembagaan petani. PSEKP juga menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai mitra strategis, terutama dalam penyediaan data dan dukungan analisis kebijakan.

Selaras dengan hal tersebut, Asosiasi Peneliti Pertanian Indonesia (APPERTANI) menekankan pentingnya keterlibatan peneliti nasional serta perspektif kebijakan jangka panjang. Diskusi juga menyoroti urgensi pemetaan rantai pasok dan identifikasi bottleneck logistik maupun kelembagaan yang masih menjadi tantangan.

Sebagai tindak lanjut, PSEKP dan ERIA sepakat melanjutkan komunikasi teknis. PSEKP akan menelaah concept note secara internal agar selaras dengan program Kementerian Pertanian, sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan dalam analisis rantai pasok komoditas strategis, stabilitas pasokan, serta peran koperasi dan kelembagaan petani dalam memperpendek rantai distribusi pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *